29
Jul
11

Memetakan Sumberdaya Alam di Pagaralam

Pagaralam 2011

Pagaralam 2011

Tahun 2011 ini Bidang Teknologi Karakterisasi Sumberdaya Alam PTISDA BPPT menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Pagaralam. Kerjasama ini adalah dalam lingkup kajian terhadap sebaran sumberdaya alam di wilayah administrasi Kota Pagaralam.

Tim dari Bidang Karakterisasi memaulai kegiatan pada minggu ketiga bulan Juli 2011, dengan melakukan kunjungan ke Pagaralam. Tim terdiri dari Heri Sadmono, Hartanto, Hari Wibowo dan Arief Purwanto.

Dalam kunjungan ini ada beberapa tujuan, yaitu: melakukan koordinasi dengan Pemko dibawah Bidang Adminsitrasi Sumberdaya Alam pimpinan Bapak Najamudin, dan Kasubbag Bidang Penggalian Potensi Sumberdaya Alam Ibu Nyayu Dwi Lusiana. Berikutnya yaitu mengumpulkan data sekunder dari berbagai dinas terkait sumberdaya alam, tim terdiri dari pak Heri dan mas Arief yang didampingi langsung oleh Bapak Najamudin dan bu Lusi.

Sementara itu tim lain terdiri dari Hartanto dan Hari Wibowo melaksanakan survey dan pengumpulan data primer ke lapangan, didampingi oleh Bapak Alpian dari Pemko. Survey lapangan mencoba memetakan langsung lokasi-lokasi sumberdaya alam dalam sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata.

Kunjungan ke berbagai lokasi di seluruh kecamatan dalam wilayah Pagaralam didasari dari berbagai informasi terkait sektor yang dimaksud. Juga didasari oleh informasi dari masyarakat pada sekitar lokasi yang didatangi.

Penggunaan citra satelit dan penentu lokasi (GPS) sangat membantu dalam mengidentifikasi obyek. Keberagaman obyek tutupan lahan pertanian dan perkebunan cukup tinggi karena sebagian besar wilayah diolah oleh masyarakat setempat. Walaupun tanaman kopi terlihat menjadi dominan di berbagai daerah, terdapat juga tanaman lain seperti coklat, lada, kayumanis, cengkeh dan kelapa. Komoditas pertanian terlihat dominan di daerah desa Kerinjing, Kecamatan Dempo Utara. Pertanian yang tergolong upland agriculture terlihat cukup baik.

Sedangkan pada bidang pariwisata terdapat banyak peninggalan lama (megalithikum) di banyak tempat, seperti megalit Tanjung Aro, Belumai, Tegur Wangi dan lain-lain. Ada juga rumah adat asli, dikenal dengan rumah tradisional Besemah, di beberapa tempat. Dan salah satu yang juga menarik adalah keberadaan air terjun di banyak tempat. Beberapa lokasi air terjun telah tertata rapi, sementara masih banyak lainnya yang juga berpotensi untuk pariwisata

Kegiatan survey kali ini adalah sebagai bahan analisis lebih lanjut mengenai keberadaan sumberdaya alam secara keruangan (spatial). Hasil analisis akan dipaparkan pada kesempatan berikut di kota Pagaralam, dan direncakan dalam bentuk workshop yang melibatkan semua sektor terkait.

Beberapa lokasi survey dapat dilihat dengan klik disini.

16
Feb
11

Berakhirnya Pengukuran Spektral Daun Karet di Perkebunan Jalupang

Tanggal 16 Februari 2011. Ini merupakan hari terakhir survei kami untuk pengukuran spektral daun karet di Perkebunan Jalupang-Subang (Revisi kesalahan penulisan Jalumpang).

Seperti biasa pada hari ini kita bertolak dari hotel pagi-pagi dan kemudian menuju ke tempat survei. Sampel daun diambil dari titik lokasi yang berbeda dengan hari kedua. Arwan (salah satu tim kita) ditemani petugas perkebunan, terjun langsung mengambil sampel daun pada beberapa pohon karet, dan yang lainnya menyiapkan alat dan mulai pengukuran spektral.

Baru 7 daun dari 3 pohon kita ukur, tiba2 hujan turun dengan derasnya sekitar pukul 12.00 wib, akhirnya survei dihentikan dan kita menuju ke hotel untuk bersiap-siap pulang ke Jakarta. Walaupun cuaca selama survei tidak menentu, namun data masih dapat kita peroleh dari 8 sampel pohon.

15
Feb
11

Hari kedua pengukuran spektral daun karet di perkebunan Jalupang, Subang

Hari ini 15 Februari 2011, kembali Tim menuju lokasi untuk pengukuran spektral daun karet, seluruh Tim (Biotek-BPPT, TISDA-BPPT dan Univ.Kyushu-Jepang) berangkat pukul 08.00 wib, cuaca hari tetap kurang mendukung karena sejak dinihari hujan deras sudah turun, untungnya pada saat berangkat hujan sudah reda.

Setibanya dilokasi, Tim (Hartanto S, Sopia L, Azalea E dan Arwan) menuju tempat pengukuran sebelumnya dan mempersiapkan peralatan. Salah satu dari personil tim ditugaskan untuk bergabung dengan Tim Biotek dan Tim Univ.Kyushu untuk mengambil sampel daun karet sehat dan sakit dari pohon yang sudah ditandai oleh Tim Biotek dan Tim Univ. Kyushu.

Pengukuran dimulai jam 10.40 wib, pada hari ini pengukuran dilakukan pada pohon sakit dan pohon sehat, pada pohon sakit diambil daun sehat dan daun sakit dan pada pohon sehat diambil daun sehat. Sekitar pukul 14.00 wib pengukuran selesai dilakukan. Seluruh tim kembali ke hotel.

14
Feb
11

Hari Pertama Pengukuran Daun Karet di Jalupang, Subang

Hari Pertama Pengukuran Spektral Daun Karet

Hari Pertama Pengukuran Spektral Daun Karet

Hari ini, tanggal 14 Februari 2011 pukul 08.00 wib, kegiatan pengukuran spektral untuk daun karet akan dilakukan. Bersama tim dari Biotek BPPT dan tim dari Universitas kyushu, kita menuju tempat tujuan pengamatan. Sepanjang perjalanan cuaca sudah mulai terlihat mendung. Pukul 09.05 wib kita telah tiba di tempat pengamatan.

Tim (Hartanto S, Sopia L, Arwan, dan Azalea E) berpisah dengan tim Biotek dan Universitas Kyushu, karena kita mencari tempat yang cukup terbuka sehingga tidak mengganggu masuknya sinar matahari pada saat pengukuran spektral daun karet. Sambil menunggu matahari muncul, kita mempersiapkan atau men-set peralatan yg akan digunakan serta mengumpulkan daun sehat dan sakit (sampel daun diambil dari tanaman karet yang sedang diamati oleh tim Biotek dan tim Universitas Kyushu).

Rencananya jika matahari sudah mulai tampak pukul 10.00 wib, kita akan memulai pengukuran, namun sayangnya hujan turun dan akhirnya kita tidak dapat melanjutkan pengamatan pada hari ini. Kita berharap semoga besok sinar matahari akan muncul sehingga kita dapat melakukan pengukuran.

13
Feb
11

Meninjau Lokasi Survey Pengukuran Spektral Daun Karet di Perkebunan Jalupang, Subang

Perjalanan ke Purwakarta baru bisa dilakukan pada pukul 12.00 wib, keterlambatan diakibatkan karena adanya peringatan “car free day” di Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin yang menyebabkan seluruh kendaran dialihkan, akhirnya karena tidak bisa kumpul ditempat perjajian semula yaitu di BPPT, maka Tim berangkat secara terpisah dengan perjanjian bertemu di Restoran Sambel Hejo, Ciganea untuk makan siang bersama.

Setelah makan siang, Tim BPPT (Biotek dan TISDA) dan Tim dari Univ.Kyushu-Jepang langsung menuju lokasi survey dengan bantuan staf perkebunan, ternyata untuk menuju lokasi sangatlah tidak mudah, letaknya yang cukup jauh dengan keadaan jalan yang masih berupa tanah ditambah dengan adanya beberapa kubangan air karena hujan, membuat mobil  seringkali terjebak dan tidak bisa melaju dengan baik.

setibanya di lokasi, Tim kami memisahkan diri dari Tim BPPT- Biotek dan Tim Univ.Kyushu, tujuannya adalah untuk mencari daerah yang cukup datar dan tidak tertutup rindangnya pohon karet agar bisa mendapat sinar matahari yang maksimal untuk pengukuran.

Jam 17.00  seluruh Tim kembali ke hotel.

27
Nov
10

Kegiatan pelatihan tentang Geospasial di Banyuwangi

Kegiatan Geospasial

Kegiatan Geospasial kelompok ke-1

Pada tahun 2009 Bidang Karakterisasi TISDA mempunyai kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Badan Perecanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA). Kegiatan itu meliputi:

  • Penyusunan Zonasi Komoditas Pertanian dan Sistem Informasi Lahan,
  • Zonasi Sumberdaya Airtanah dan Kajian Batas Kawasan Lindung Airtanah (KLA), dan
  • Pembangunan Basis Data GeoSpasial dan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG)

Kegiatan tersebut telah menghasilkan kajian dan salah satu luaran dari kegiatan (1) dan (2) adalah “peta” spasial dijital, yang menjadi salah satu masukan pada luaran kegiatan (3).

Pada tahun 2010 ini, kegiatan Basis Data Spasial kembali dilanjutkan dengan tujuan lebih kepada penguatan perangkat pendukung, dan juga pembangunan kapasitas SDM.

Dari sisi perangkat pendukung, telah disiapkan dan difungsikan komputer yang berfungsi sebagai server dari WebGIS data spasial Banyuwangi. Secara fisik, server ini diletakkan di kantor Pusat Data dan Elektronika (PDE), Pemda Kabupaten Banyuwangi. PDE telah menjadi pusat konektivitas jejaring di pemda Banyuwangi, yang telah menghubungkan 24 kecamatan yang ada, dan juga kelurahan.

Pelatihan untuk pembangunan kapasitas SDM dilaksanakan di kantor PDE, dengan koordinator kegiatan adalah BAPPEDA. Pada pelatihan ini dihadiri 72 peserta SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dari 81 yang diundang. Peserta berasal dari perwakilan 20 kecamatan (dari 24 kecamatan yang ada), dan 22 kelurahan (dari 28 kelurahan yang diundang). Peseta lain dari Badan, Dinas, Kantor dan Bagian. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 22 sampai dengan 25 November 2010.

Kegiatan di dalam dan luar kelas

Kegiatan di dalam dan luar kelas kelompok ke-2

Kegiatan ini dibagi menjadi tiga (3) kelompok, yaitu 2 hari pertama adalah untuk Badan, Dinas, Kantor dan Bagian. Hari ke-3 adalah untuk gelobang pertama peserta dari kecamatan/kelurahan. Sedang hari ke-4 serupa dengan hari ke-3, merupakan bagian akhir (gelobang kedua) dari pesera kecamatan/kelurahan.

Materi yang diberikan adalah tentang pemahaman dasar mengenai Sistem Informasi Geografis, contoh aplikasi dan potensi penerapannya di kegiatan pemda dalam kaitannya dengan penyebaran informasi berbasis keruangan. Juga diperkenalkan alat bantu dalam akusisi data di lapang, yaitu GPS. Peserta diberi pemahaman mengenai kegunaan dan kelebihan serta kelemahan GPS. Penggunaan yang benar dan juga aplikasi yang dapat diterapkan dalam membangun basisdata spasial.

Peserta juga diberikan kesempatan untuk mencoba menggunakan GPS secara langsung. Ada emapt buah GPS yang digunakan secara berkelompok di luar ruang. Halaman kantor PDE yang cukup lapang digunakan untuk mencoba penggunaan GPS secara langsung. Peserta mencoba beberapa fitur yang ada pada GPS, antara lain melihat arah (kompas), melihat kecepatan bergerak/berjalan, menandai lokasi (mark) dan memberi nama serta mengubah marker titik tersebut. Juga bagaimana mengetahui jarak tempuh, kecepatan maksimum, dan juga ketinggian lokasi yang tertera pada GPS.

Kegiatan di dalam dan luar kelas

Kegiatan di dalam dan luar kelas kelompok ke-3

Sesi berikutnya adalah sesi dalam ruang. Peserta dikenalkan pada data spasial yang telah ada pada server. Melalui penjelasan yang populer, pembangunan data dan cara visualisasi data berbasis web diperkenalkan. Peserta mencoba mengolah dan membuat tampilan sendiri. Hasilnya kemudian ditampilkan pada web.

Selain itu, peserta juga mencoba menggunakan WebGIS yang telah ada, yang telah dihasilkan dari kegiatan tahun 2009 dan telah terinstal pada server secara daring. WebGIS ini bertajuk Basidata Geospasial Dijital Kabupaten Banyuwangi.

Data yang ditampilkan adalah data yang telah dihasilkan tahun 2009, dan disajikan dalam tampilan tematik. Peserta dapat menentukan tema spasial yang akan ditampilkan, apakah Administrasi, Infrastruktur, Air Tanah, atau yang lainnya. Navigasi peta juga dicoba yaitu bagaimana mengendalikan tampilan, membesarkan atau mengecilkan tampilan, menggeser, dan mendapatkan informasi pada tiap obyek yang ada.

Foto Bersama

Foto bersama peserta di depan kantor PDE

Secara umum, peserta yang mempunyai latar belakang beragam dapat mengikuti dan menerima materi yang diberikan. Banyak pertanyaan dan interaksi dua arah selama pemberian materi berlangsung. Antusias peserta cukup menggembirakan, karena untuk banyak peserta hal ini merupakan hal baru.

Penguatan kemampuan SDM terasa sangat diperlukan untuk pengembangan sistem agar menjadi lebih berdaya guna. Ketersediaan infrastruktur jaringan di Kabupaten Banyuwangi sudah sangat mendukung untuk hal ini. Kegiatan yang diselenggarakan oleh BAPPEDA ini merupakan langkah lanjutan dan tim BPPT sangat mendukung untuk pengembangan selanjutnya, baik dari sisi pengembangan sistem maupun penyiapan kemampuan SDM yang ada.

WebGIS Banyuwangi

WebGIS Banyuwangi

Terimakasih atas kepercayaan dan kerjasama yang baik dari BAPPEDA kepada PTISDA BPPT, semoga semua ini dapat berguna dalam rangka meningkatkan kemampuan bersama, khususnya pengembangan geospasial di Kabupaten Banyuwangi.

_____

*/ Pranala terkait: WebGIS Geospasial Banyuwangi.

*/ Terimakasih khusus untuk pak Bibit, pak Datu, pak Maji, dan ibu-ibu: mbak Cici, mbak Wiwik, mbak Vita, dan dukungan penuh pak Komang.

01
Jul
10

Pelatihan ILWIS SMCE

ILWIS

ILWIS

Bidang Karakterisasi PTISDA melalui NEOnet BPPT akan mengadakan pelatihan penggunaan perangkat lunak GIS open source, ILWIS. Pelatihan ini bekerjasama dengan ITC (Faculty of Geo-Information Science and Earth Observation of the University of Twente, The Netherlands) yang merupakan institusi pendidikan dalam bidang GIS.

Pelatihan akan dilakukan pada tanggal 15 – 17 Juli 2010.

Keterangan lebih lanjut dapat dilihat di Blog NEOnet.

20
Jun
10

Mengunjungi mangrove di Angke

Ekspedisi mangrove

Survey mangrove di Muara Angke Jakarta

Minggu ke-3 bulan Juni 2010, saya hadir di pantai utara Jakarta bersama beberapa rekan dari berbagai institusi. Lokasi yang didatangi adalah Kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk yang terletak di Utara perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK). Juga di dalam kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke.

Kegiatan kali ini adalah kegiatan dari Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan (yaitu pada unit Balai Riset dan Observasi Kelautan, dan Pusat Riset Teknologi Kelautan). PTISDA terlibat sebagai narasumber. Dan kegiatan ini telah dirintis sejak tahun 2007 lalu saat dilakukan pengukuran spektral mangrove di daerah Perancak, Kabupaten Jembrana, Bali.

Selain itu, juga melibatkan personal dari BKSDA Kementrian Kehutanan dan juga dari Dinas Kehutanan Provinsi DKI.

Yang dilakukan di lapang adalah:

  • perekaman spektral daun mangrove dengan spektrometer OceanOptics USB4000,
  • pengukuran pH, DO, suhu, dan salinitas air,
  • pengumpulan sample air, akar dan daun mangrove untuk diketahui kandungan logamnya di laboratorium.

Hasil laboratorium akan dikorelasikan dengan hasil pengukuran lapang.

Kegiatan lapang dilakukan dengan diawali survey kelayakan lokasi. Dengan mendatangi beberapa titik rencana yag telah diplot pada peta, kemudian didatangi dan dipastikan kondisinya terhadap keperluan pengukuran. Ternyata terjadi banyak perubahan yang dilakukan, mengingat aksesibilitas titik lokasi dan juga keberadaan spesies mangrove yang akan diambil sample nya.

Setelah ditemukan titik-titik potensi lokasi, maka hari berikutnya dilakukan pengambilan dan pengukuran sample pada titik-titik terpilih tersebut. Lokasi titik-titik tersebut adalah pada Kawasan Huta Lindung Angke Kapuk dan juga pada Suaka Margasatwa Muara Angke.

Kondisi cuaca, sayang sekali, tidak mendukung untuk pengukuran spektral daun mangrove, sehingga diputuskan hanya mengambil dan mengukur sample yang memungkinkan, seperti pengukuran pH, salinitas, suhu, dan untuk keperluan laboratorium. Untuk perekaman spektral daun mangrove akan dijadwalkan pada waktu lain.

Tim kali ini terdiri dari: Faisal Hamzah, Ariani Andayani, Sofi, Amy, Aryo, Edi Fajar (BRKP), Hartanto (BPPT) dan dukung oleh pak Suyatno (Dinas Kehutanan), dan Pak Marman (BKSDA).

Kegiatan serupa juga dijadwalkan untuk lokasi di daerah estuari Perancak, Kabupaten Jembrana, Bali.

Peta lokasi dan album foto kegiatan silakan klik disini.

02
Jun
10

Welcome Party Prof. Yamanaka

Jam 1 siang ini, telah diadakan welcome party Prof. Yamanaka di ruang rapat NEOnet yang dihadiri oleh sebagian besar staff bidang Karakterisasi PTISDA. Acara tersebut dibuka oleh Pak Uud sebagai yang empunya NEOnet mewakili Pak Awi yangberhalangan hadir. Selanjutnya Pak HerSad memberikan sedikit sambutan buat penyambutan kedatangan Prof. Yamanaka. Pak Heri berharap agar selama Prof. Yamanaka berada di Indonesia khususnya di NEOnet, beliau (Prof. Yamanaka-red) dapat memberikan ilmunya bagi seluruh staff PTISDA khususnya bagi pegawai yang muda-muda.

Setelah itu, Prof. Yamanaka memberikan sambutannya. Beliau mengatakan bahwa dia ada di Indonesia kali ini sebagai wakil dari Pemerintah Jepang. Saat ini RI – Jepang sedang malakukan kerjasama SATREP. Beliau juga mengungkapkan bahwa beliau sudah beberapa kali berkunjung ke Indonesia. Awal kunjungannya di Indonesia dilakukan pada akhir tahun 80-an, saat itu ada kerjasama dengan ITB.Beberapa kota pernah dia singgahi antara lain Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Jakarta, Bandung, Yogyakarta dll. Dia juga pernah berkunjung ke Borobudur  (Aduh….njuk aku dadi kelingan ro Yogjo).

Acara selanjutnya berupa perkenalan masing-masing staff PTISDA (neng ra kabeh staff TISDA lho yo…..) kepada Prof. Yamanaka. Kemudian diadakan acara ramah taman (ngobrol) dengan Prof. Yamanaka ditemani sepotong kue dan teh manis. Welcome to Indonesia Prof. Yamanaka…….

01
Jun
10

Rapat ke-3 WBS 11.3.1 : Teknologi Karakterisasi Tanaman Padi

Rapat ke-3 WBS 11.3.1 : Teknologi Karakterisasi Tanaman Padi yang dilaksanakan pada hari kamis tanggal 26 Mei 2010. Rapat tersebut dipimpin oleh Pak Lena Sumargana yang hasilnya antara lain mengevaluasi hasil akuisisi data yang telah dilakukan di Kabupaten Indramayu pada bulan April 2010 kemarin. Selanjutnya akan dilakukan survey tahan 2 yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2010. Survei tahap ke-2 yang rencananya dilakukan tanggal 30 Mei 2010 diundur menjadi tanggal 15 Juni 2010 karena pada survey ke-1 banyak sawah yang telah masuk pada kondisi panen dan mau panen; mendapatkan 1 siklus penanaman; serta alasan dana. Terakhir, Pak Lena memberikan instruksi pada masing-masing WP

Selanjutnya Pak Hartanto Sanjaya selaku WP 11.3.11 : Pengukuran Spektral Daun Padi ber-OPT,  memberikan penjelasan tentang kinerja di WP-nya. Untuk WP 11.3.11 saat ini sedang dilakukan pengolahan data, preprocessing, tinggal memperbaiki N-member, serta pengolahan dengan citra. Hasil suvey yang telah dilaksanakan oleh WP 11.3.11 ada pemindahan lokasi karena ada beberapa lokasi yang sudah panen. Dari diskusi dilapangan menyimpulkan bahwa pengambilan yang seharusnya 3 stadia menjadi 2 stadia saja. Pengambilan data dilapangan tersebut telah berhasil merekam jenis padi Ciherang, Muncul dan IR (64 & 42). Selanjutnya Pak Hartanto menjelaskan kendala dilapangan antara lai peralatan yang bermasalah sehingga mengakibatkan pengukuran error.

Pemaparan selanjutnya dilakukan oleh Pak Bambang Winarno WP 11.3.12 : Implementasi Desain Survei KSA. Ada beberapa kendala dari hasil survey ke-1 yang telah dilakukan oleh WP 11.3.12 antara lain pergantian atau mutasi mantri tani; perlu penggantian foto, ada beberapa foto yang kurang sesuai; serta system pengiriman data pada survei ke-1 kurang siap. Hasil dilapangan menunjukkan lokasi KSA telah didominasi oleh fase generatif.

Berikutnya Pak Gatot Hendarto memberikan pemaparan untuk WP 11.3.13 : Prototipe Sistem Pelaporan Cepat Luasan Tanaman Padi. Beliau mengungkapkan bahwa pada saat ini sistem penerimaan data hasil perhitungan survey pertama sudah selesai, sekarang masih dilakukan uji sistem penerimaan data, uji filter data input, akuisisi, serta supervisi untuk survey ke-2. Kendala pada saat survei ke-1 antara lain error pada penerimaan data karena server overload; generator pada web harus dinyalakan akan tetapi ada yang mematikan; serta kendala matri tani tidak melakukan pengiriman sms karena setiap pengiriman ditolak oleh server. Hasil dilapangan memperlihatkan bahwa Ubinan hanya terdapat di Sukra dan Anjatan. Ada beberapa usulan untuk WP 11.3.13 yang disampaikan oleh Pak Mubekti dan Pak Lena Sumargana yaitu input varietas hasil ubinan bisa dilakukan pada web; tampilan pada web perlu diperbaiki supaya web-nya lebih menarik  (tampilan berbentuk grafis atau spasial); harus adanya historical data tiap segmen (dari tahun ke tahun); serta pada saat mantri tani kirim sms harus ditungguin sampai ada notifikasinya.

Terakhir Pak Heri Sadmono memberikan istruksi agar kegiatan dari WP 11.3.11 diaplikasikan ke BBPOPT dan WP 11.3.13 diaplikasikan ke Dinas Pertanian Kab. Indramayu.  Sedangkan WP 11.3.12 sebagai penguat program WBS 11.3.1.




Info Hujan Terkini

Sijampang

Info Hujan dari Sijampang

Kalendar

January 2012
M T W T F S S
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Visitors

Blog Stats

  • 5,544 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.